Sejarah Kampung

Kampung Amor adalah salah satu kampung yang berada diwilayah Kecamatan Mesidah/Syiah Utama Kabupaten Bener Meriah dengan jarak tempuh dari ibu kota kecamatan ± 27 km dengan luas wilayah 5000 Ha dan didiami oleh 140  kk atau 440 jiwa yang terdiri dari 200  laki-laki 240 jiwa perempuan.

Dari 145 kk tersebut terdapat 41 kk miskin yang sangat membutuhkan berbagai macam bantuan dan pengayoman, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Sebagaimana kita pahami bahwa  dari jumlah penduduk kampung Amor adalah bermata pencaharian sebagai petani kebun, Tukang Kuli, dan pedagang kecil-kecilan

Pada tahun 1989 kampung Amor adalah sebuah dusun Gunung Sayang dari desa Tembolon,yang menjabat sebagai kepala dusun pertama adalah Bapak Jailani,kemudian pada tahun 1995 Dusun Gunung Sayang di pimpin oleh Bapak Abdurrahman,pada tahun 1999 Dusun Gunung Sayang di mekarkan dari desa tembolon yang di beri nama “ Amor Gunung Sayang” yang terpilih sebagai kepala kampung adalah Bapak H Syaripuddin.

Pada tahun 2000 krisis ekonomi Indonesia dan di landa Komplik Aceh yang berkepanjanganyang menyebab roda pemerintahan desa terpencil ini kurang terkendali,dan pada tahun 2002 desa “Amor Gunung Sayang“ di mekarkan menjadi desa “ Amor ” dan di tunjuk sebagai kepala desa adalah Bapak Harsadi. pemekaran desa Amor  bersamaan dengan desa Buntu Gayo,  dan Desa Gunung Sayang.

Pada tanggal 15 November 2009 di adakan pemilihan kepala desa secara Demokrasi  dan yang menjadi pemenang adalah Bapak Kasim,dan pada saat ini menjadi PJS adalah Bapak Badaruddin yang hingga saat ini masih menjalankan roda pemerintahan desa Amor.

Pada tanggal 15 Mei 2015 di adakan pemilihan kepala desa secara Demokrasi  ntuk periode 2015 - 2021 dan yang menjadi pemenang adalah Bapak Kasim sampai saat ini