Visi dan Misi

  1. Visi

 

Berdasarkan kondisi umum daerah, permasalahan pembangunan, potensi dan isu-isu strategis Kampung Amor, maka visi pembangunan Kampung Amor tahun 2014-2019 dirumuskan sebagai berikut:

“TERWUJUDNYA KAMPUNG AMOR MENJADI KAMPUNG MADANI”

Dengan modalitas masyarakatnya yang agamis dan memiliki kekayaan alam yang melimpah,Kampung Amor ingin menjadi Kampung yang sejahtera. Cita-cita tersebut diwujudkan melalui pembangunan Kampung Amor menjadi Kampung yang Madani. Konsep madani (civil society) merupakan keadaan yang hanya dapat muncul dalam suatu tatanan masyarakat maju dan beradab.

Dalam Islam, konsep madani didasarkan atas pilar egalitarianisme, pluralisme, toleransi dan deliberasi serta dilandaskan atas semangat demokratisasi. Konsepsi ini relatif berat untuk terwujud sepenuhnya dalam jangka waktu Enam tahun kedepan, namun Pemerintah Kampung Amor berkeinginan kuat untuk meletakkan fondasi menuju cita-cita tersebut. Karena itu, Pemerintah Kampung Amor menyusun langkah pembangunan yang terstruktur, inovatif, transparan dan akuntabel yang diterjemahkan kedalam beberapa misi pembangunan.

 

  1. MISI
  1. Mewujudkan masyarakat yang berkualitas dan sejahtera dilandaskan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT
  2. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih
  3. Mengembangkan tata kelola pertanian yang terpadu
  4. Mengembangkan aktivitas sektor agroindustri
  5. Mengembangkan pemeliharaan dan pemanfaatan hutan yang berkelanjutan

 

Penjelasan Misi 1 - Mewujudkan masyarakat yang berkualitas dan sejahtera dilandaskan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT

Pemerintah Kampung Amor berkomitmen untuk mewujudkan masyarakat yang berkualitas dan sejahtera melalui beberapa pendekatan. Pendekatan pertama yang ingin dilakukan adalah dengan memperkuat tatanan dan struktur sosial masyarakat berdasarkan peran strategis agama dan budaya. Hal ini sejalan dengan falsafah masyarakat Gayo Edet kin peger, agama kin senuwen” (Adat sebagai pagar, agama sebagai tanaman). Falsafah ini menggambarkan kekuatan hubungan dan fungsi antara adat dan agama dalam kehidupan masyarakat. Untuk itu kegiatan pembangunan untuk penguatan kehidupan keberagamaan akan menjadi landasan utama pembangunan Kampung Amor.

Penguatan tatanan kehidupan beragama, kerukunan, dan ketaatan masyarakat dalam menjalankan tuntunan agama secara paripurna (kâffah) untuk mencapai keberhasilan pembangunan merupakan implementasi langsung dari Al-Qur’an, surat Al-A’raf ayat 96, yang artinya:

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi . Tetapi jika mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”.

Pembangunan tatanan dan struktur sosial berlandaskan agama ini tentunya harus ditopang oleh kualitas sumber daya yang unggul. Untuk itu, pengembangan sektor pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial masyarakat merupakan pendekatan lain yang akan dilakukan.Kampung Amor akan mempersiapkan sumberdaya manusia yang berkualitas untuk meningkatkan daya saing daerah. Pembangunan sumberdaya manusia akan ditekankan untuk membangun manusia yang memiliki keluhuran budi pekerti dan kompetensi handal, dilandaskan pada konsep “Bidik (cepat), lisik (rajin), cerdik (cerdas), dan mutasik (sejahtera)”.

Pembangunan bidang kesehatan dan kesejahteraan sosial juga memegang peran yang sangat penting. Sejumlah program nasional dan daerah di bidang kesehatan, seperti jaminan kesehatan, pengawasan kesehatan dan kehalalan pangan, perbaikan gizi, penyediaan air bersih dan sanitasi masyarakat harus terlaksana secara baik, professional, dan penuh tanggungjawab. Pendekatan-pendekatan ini diharapkan dapat bersinergi untuk mewujudkan misi menuju masyarakat yang berkualitas dan sejahtera yang dilandasi keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Penjelasan Misi 2 - Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih

            Fungsi pelayanan pemerintah terhadap masyarakat akan ditingkatkan dengan cara penatakelolaan pemerintahan Kampung melalui pemberian peran otonomi kepada pemerintah kampung sesuai dengan asas desentralisasi. Masyarakat akan dilayani sepenuhnya ditingkat kampung sehingga memangkas jalur birokrasi, sehingga akan terwujud efesiensi pelayanan secara terpadu. program yang menyangkut dengan kebijakan yang lebih luas terutama penataan ruang Kampung Amor dan perencanaan pembangunan infrastruktur akan dibahas ditingkat Kampung.

            Dengan mekanisme ini, kewenangan aparat pemerintahan kampung berperan membina dan mengawasi jalannya kepemerintahan tingkat Dusun serta membahas program-program yang dapat diusulkan ke kabupaten.

 

Penjelasan Misi 3 - Mengembangkan tata kelola pertanian yang terpadu

            Sektor pertanian dan perkebunan merupakan sektor unggulan Kampung Amor. Anugerah Allah SWT memungkinkan hampir semua tanaman, terutama kopi, hortikultura dan palawija dapat tumbuh subur di Kampung Amor. Pengembangan sektor pertanian dan perkebunan Kampung Amor akan dilakukan untuk memenuhi fungsi “4F” yaitu sebagai sumber makanan bagi manusia (Food), sumber pakan (Feed), sumber energi (Fuel) dan sumber pupuk (Fertilizer). Pengelolaan pertanian secara terpadu ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan hasil-hasil pertanian.

            Permasalahan utama dalam pemasaran hasil pertanian selama ini adalah tidak stabilnya harga pasar karena pengaturan pola tanam yang tidak terkendali dengan baik. Untuk itu, akan dilakukan tata kelola pola tanam yang lebih terstruktur, sehingga produktivitas dan kontinuitas hasil-hasil pertanian dapat terjamin dan harga jual dapat terkendali. Peningkatan volume produksi akan dilakukan dengan pemanfaatan lahan tidur yang diarahkan sesuai dengan pola tata kelola pertanian. Selain itu akan dilakukan pula pengembangan produksi dan promosi hasil pertanian organik untuk meningkatkan nilai tambah. Peluang pemasaran hasil pertanian organik harus dimanfaatkan oleh para petani di Kampung Amor karena mempunyai nilai yang lebih tinggi.

Disamping itu peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur ke sentra-sentra pertanian merupakan salah satu strategi yang utama, agar hasil-hasil pertanian dapat segera di terima oleh para pedagang terutama di pasar-pasar tradisional dan pusat-pusat pemasaran.

 

Penjelasan Misi 4 - Mengembangkan aktivitas sektor agroindustri

Aktivitas pertanian, perkebunan dan kehutanan harus didukung oleh peningkatan nilai tambah produk yang dihasilkan. Peningkatan nilai tambah akan meningkatkan nilai jual dan daya saing pemasaran. Usaha untuk menumbuhkan industri-industri yang mengolah bahan baku menjadi bahan setengah jadi atau bahan jadi sangat dibutuhkan. Penciptaan iklim investasi yang kondusif melalui regulasi investasi yang jelas akan dikembangkan. Selain itu kemudahan mobilitas barang dan jasa juga akan ditingkatkan.

Peningkatan aktivitas sektor produksi ini perlu didasarkan atas karakter dan budaya setempat. Karena itu, pengembangan industri pengolahan ini akan difokuskan pada skala mikro, kecil dan menengah. Peningkatan keterampilan masyarakat menjadi sangat penting dilakukan. Berkembangnya sektor ini akan berdampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja dan meningkatnya kesejahteraan.

 

 

 

Penjelasan Misi 5 - Mengembangkan pemeliharaan dan pemanfaatan hutan yang berkelanjutan

            Pemeliharaan hutan sangat penting dilakukan mengingat bahwa hutan dalam wilayahKampung Amor, yang termasuk dalam Kawasan Ekosistem Leuser, berkontribusi besar terhadap pemeliharaan iklim global. Karena itu, akan dilakukan usaha keras untuk melestarikan hutan lindung. Disisi lain, potensi hutan juga harus dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat. Karena itu pengembangan hutan tanaman industri akan dilakukan melalui optimalisasi lahan kritis. Isu strategis kompensasi karbon dari negara-negara yang sangat peduli terhadap pemeliharaan lingkungan hidup akan dimanfaatkan untuk pengembangan hutan industri ini. pengembangan industri pengolahan hasil hutan dan ekowisata juga diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah bagi Kampung Amor. Dalam rangka pemeliharaan hutan ini, maka kualitas dan kuantitas infrastruktur harus ditingkatkan untuk monitoring dan evaluasi terhadap usaha-usaha yang dilakukan.